Renungan – Balasan Anak Untuk Orang Tua..?

Dear All

Saat leyeh-leyeh bareng istri sambil nonton salah satu sinetron religi yang taglinenya sering ditirukan “Kata Bapak TEBE…” 😀 (semua pasti sudah taulah) ada satu celetukan  kalau tidak salah begini kutipannya :

“RUMAH ORANG TUA – RUMAH ANAK,  HARTA ORANG TUA – HARTA ANAK.. RUMAH ANAK – BELUM TENTU RUMAH ORANG TUA,  HARTA ANAK – BELUM TENTU HARTA ORANG TUA”

kalau kita dengarkan sambil lalu tentu biasa, tapi saat direnungkan.. dalaammm sekali.

kita ingat dulu saat kita masih kecil hingga dewasa, saat masih sekolah hingga kuliah.. kita ikut dirumah orang tua gratis ga bayar, makan tinggal makan.  Butuh apa-apa tinggal “Pak saya besok harus bayar photocopy”, “Bu saya bayar iuran Eskul” gampang kan.. bila orang tua kita sedang longgar pasti juga langsung diberi “Nyooohhh”.

Ingat dulu pas masih nuntut ilmu, butuh komputer buat ujian nembung bapak takut-takut, ee ndilalah beberapa hari berikutnya dipanggil “le.. kae gabahe dientasi nek uwis kene lungguh ro bapak” (le itu gabahnya dientasi kalau sudah sini duduk sama bapak) setelah semua selesai tanpa dinyana jreengg.. Alhamdulillah permintaan di ACC.

Tapi setelah kita sudah bekerja, sudah cari uang sendiri, apakah bisa seenteng itukan pada orang tua kita, biarpun kondisi kita sedang longgar.  Tak mungkin bisa membalas semua apa yang diberikan orang tua ke kita, tapi apakah kita sudah membuat bangga orang tua kita atas jerih payahnya dahulu..??

(gambar dari google)

30 tanggapan untuk “Renungan – Balasan Anak Untuk Orang Tua..?

    1. Berapa kah pengorbanan kita sebagai anak ? kita hanya selalu menyusah kan orang tua kita memang orang tua kita tidak sempurna tapi sudah kah kita berbakti pada nya ? mungkin yang ada di benak kita adalah orangtua kita hanyalah beban hidup yang harus dilepas alangkah berdosa nya kita pada orang tua. andaikan kalau kita bercermin sejak masih anak – anak semua keinginan kita di penuhi oleh orang tua sekarang setelah dewasa mana pengabdian kita sebagai seorang anak sungguh keji perbuata kaita ini sebagai seorng anak

      Suka

    1. he..he.. pastinya lek.. mesti orang tuane wes bangga banget maring anake 🙂
      membuat bangga orang tua ga harus pakai materi

      Suka

  1. Coba bahagiakan ortu dengan menunaikannya untuk Ibadah HAJI…Insya Allah hati ortu berbunga2…karena banyak sekali ortu yg mengharapkan seperti itu.

    Termasuk ortu gw…tapi sayang…Ibu udah dipanggil duluan sama Allah ketika menunggu giliran berangkat Haji…

    Suka

    1. masih bisa dihajikan bu… syaratnya orang yang menghajikan harus sudah pernah haji. Entah itu kita anaknya atau diwakilkan orang lain. insyaalloh sampai pahalanya.

      Suka

      1. Alkhamdulillah Ibu dalam proses Haji BADAL…Insya Allah nanti dilaksanakan oleh pihak Yayasan disini yg bekerjasama dengan Yayasan yg ada di Mekkah…do’ain yah biar lancar & diterima Haji Badal nya. Amin.

        Suka

  2. leres pakdhe…
    kasih orangtua tak akan pernah terbalas.
    Paling tidak, ketika kita jadi oranguta… kita juga harus seperti mereka.

    Suka

  3. se7, aku pas nonton tuhh adegan itu *langsung mrinding naudzubillah jangan sampai kita memperlakukan orang tua pake perhitungan, dan agar anak kita juga tidak melakukannya amien 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s