Iklan
jump to navigation

Kalau BBM jadi naik siapa lagi yang rugi..?? (dari sisi konsumen) 24 Maret 2012

Posted by sijidewe in Opini Saya, otomotif.
Tags: , , , , , ,
trackback

Dear All..

Sedulur pasti sudah tau semua berita rencana pemerintah menaikkan BBM pada bulan depan. Yang secara langsung terkena dampak jelas harga Sembako, Material Bangunan, Tarik Angkutan dll. Bahkan sebelum BBM naik pun para pedagang sudah menaikkan harga (curhatan istri yang tiap pagi beli sayur kemarin Rp. 1000 dapet seuntil bayam, sekarang Rp. 2000,- :mrgreen: ) Nah itu yang bisa kita saksikan langsung disekitar kita.  Kok secara langsung?? memang ada yang tidak langsung atau kurang kita tahu. Ya mungkin bisa dibilang saya su’udzon tapi tidak menutup kemungkinan ini terjadi :D.

Yang akan saya keluarkan sekarang yaitu mengenai unek-unek saya masalah kualitas barang yang kita beli, disini kita sebagai konsumen tentu tidak mau terjadi penurunan kualitas padahal harga sama. Iya tho..?? Logikanya dengan efek yang bisa kita lihat secara langsung tentu akan menaikkan biaya operasional sebuah industri (entah itu produk rumahan, industri kecil maupun pabrik besar). Lalu apakah iya industri siap mengurangi untungnya, atau malah bisa-bisa nombokin biaya operasional tersebut. Kalau menaikkan harga barang produknya, tentu dampaknya akan lebih tragis lagi, yaitu mungkin saja penjualan jadi turun yang akan ujung-ujungnya industri rugi juga.

Hmm.. agar industri tetap jalan dan harga tidak naik, mau tidak mau industri harus menekan biaya Operasional industri. Banyak sekali element biaya Operasional industri. Salah satunya bahan baku & Tingkat kualitas. Nah disini ada peluang untuk Cost Down atau mengurangi biaya. Bisa saja industri menghasilkan produk dengan standar kualitas range paling bawah. Misalnya sebuah komponen mempunyai range lenght atau panjang standar 15,00 +/- 5 mm jadinya 14,5 – 15,5 mm, seandainya menggunakan ukuran 14,5 mm semua akan terjadi penghematan biarpun sangat kecil tetapi dikalikan ribuan jumlah produksi akan kelihatan dan masih dalam range standar alias OK, itu baru satu part saja seandainya semuanya bisa makin keliahatan.  Contoh Sebuah wajan dengan tebal 5 mm, kemudian diganti dengan tebal 4 mm tentu harga bahan pokoknya berbeda, tetapi bisa dijual dengan harga sama, karena selisihnya sangat kecil, akan susah kita cek. Dan efeknya kemana lagi kalau bukan ke Life Time atau keawetan yang semakin pendek umurnya.

Yah ini sekedar negatif thingking saya saja, mudah-mudahan tidak seperti itu 😀 . Gimana menurut sedulur semua..?

Wassalam

Iklan

Komentar»

1. at0zz - 24 Maret 2012

hemmm,,,,,,,,,,,
pasti karyawannya yg diteken suruh cost saving,,,,
mulai dari apd, sampe urusan catering

Suka

sijidewe aka snalpot99 - 24 Maret 2012

Wahh jangan mas, kasihan saya 🙂

Suka

2. TDF - 24 Maret 2012

pokonya tolak BBM naik 🙂
mestinya pemerintah kreatif dan pakai otak, masa rakyat mulu yang dibuat menderita

Suka

sijidewe aka snalpot99 - 24 Maret 2012

Ya sma2 kreatiflah 😀

Suka

Gajah di pelupuk mata - 18 Juni 2013

BBM termasuk sumber daya TIDAK TERBARUKAN. Kelangkaan jelas akan menyebabkan kenaikan harga. Anda sendiri apa sudah berupaya menghemat BBM? Kalau anda masih perlu menggunakan kendaraan bermotor cuma untuk tujuan yang jaraknya di bawah 1km (ya ampun cuma 10- 15 menit jalan kaki) sebenarnya anda sendiri berkontibusi lho dalam mengurangi stok bbm (lebih lanjutnya lagi berkontribusi dalam MEMBANTU MENINGKATKAN HARGA BBM). Ketersediaan BBM terbatas bro (dan TIDAK DAPAT DIPERBAHARUI), pemerintah sendiri tidak akan sanggup mengatasi kenaikan harga kalau warganya tidak ikut berpartisipasi (seperti yang bro bilang, rakyat juga mesti KREATIF & PAKAI OTAK).

Suka

3. gaplek mania - 24 Maret 2012

muga2 nggak sampe begitu…
mungkin akan terjadi penyusutan di warteg.tadinya nasi satu setengah centhong cuma satu centhong.
tadinya ayam dipotong 8.sekarang di potong kecil2.
sambelpun tadinya kalo minta dikasih 2 sendok.sekarang setengah sendok.dan jangan heran ketika beli gorengan jadi kecil2.

Suka

sijidewe aka snalpot99 - 24 Maret 2012

He..he..iya mas saya mau pake perumpamaan warteg kok ga tega 🙂

Suka

bapakeVALKYLA - 24 Maret 2012

wah, lha porsi sego kucing dadi sepiro yo?

Suka

4. ipanase - 24 Maret 2012
5. bapakeVALKYLA - 24 Maret 2012

penurunan kualitas itu tetep ada…
itu dampak langsung dari naiknya BBM…
prinsip ekonomi, pengeluaran sekecil mungkin untuk keuntungan sebesar mungkin..

Suka

6. extraordinaryperson - 24 Maret 2012

saya sih gk pake premium…tapi pusing juga kalo harga spare part naik

http://extraordinaryperson.wordpress.com

Suka

7. analisamotorindonesia - 27 Maret 2012
8. blognyamitra - 4 April 2012

Ketebalan plat kendaraan yang dijual disini udah tipis jangan ampe ditipisin lagi 😀

Suka

sijidewe aka snalpot99 - 5 April 2012

hihihi.. mudah-mudahan pak mitra :mrgreen:

Suka

9. temonsoejadi - 5 April 2012

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: