Iklan
jump to navigation

Dilematisasi Polisi Cepek atau Pak Ogah 19 Agustus 2015

Posted by sijidewe in Berita, Opini Saya.
Tags: , , ,
trackback

Pasti mbak mas semua sering ketemu dengan yang namanya pak ogah atau polisi cepek. Yang sering mangkal di perempatan tanpa Lampu lalu lintas atau di Putaran jalan dua arah.

image

Khususnya yang menggunakan mobil seperti harus menyiapkan recehan minimal gopek atau 500 rupiah untuk pak ogah ini, bisa di hitung berapa misal sehari ketemu 4x selama sebulan 😆 .

Memang bagi sebagian besar yang pernah ngobrol dengan saya cukup merepotkan atau mengganggu. Tapi mau ga mau, suka tidak suka perannya cukup membantu untuk menyeberangkan atau saat berputar arah. Khususnya di jalanan ramai Membantu masuk ke jalur, yang tau sendiri tipikal kita kalau udah ngebut ga peduli sama orang mau masuk jalur hihi :mrgreen: .
Penghasilannya juga lumayan lho.. pernah ngobrol dengan mantan pak polisi gopek ini di dekat rumah per 6 jam bisa dapat 200ribu sudah di potong pajak ke ketua preman keamanan. menggiurkan tho mas bro.. tapi ya itu harus berjuang melawan panas, polisi asli dan sesama preman kalau sampai terjadi rebutan wilayah. ngeriii… demi uang 500 mereka bertaruh nyawa.
Piye mas bro menurut sampeyan..

Iklan

Komentar»

1. st3v4nt - 21 Agustus 2015

Kalo saya sih tetep gak setuju selain bikin pungli, bikin macet juga karena memprioritaskan yang bayar, eksesnya bisa macem-macem nantinya…..

Suka

sijidewe - 21 Agustus 2015

betul… makanya jadi dilema.. coba tiap perempatan ada pak polisi ya 😀

Suka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: