Semua Akan Matic pada Waktunya … (Flash Back Tunggangan)

Hai Gess.. Mencoba menulis kembali di blog ini yang bisa dibilang sudah mati suri, karena saking lamanya tidak di tengok. Keinginan menulis besar tapi waktu dan mood yang sering kali tidak saling support.

Blog ini yang lebih sering membahas hobi saya seputar otomotif jadi kali ini pun coba menulis hal tersebut. Mungkin di blog ini teman-teman bisa melihat perjalanan kendaraan saya yang pernah saya ulas, meskipun sebagian besar artikel hilang karena dulu pernah menggunakan hosting berbayar dan lupa untuk memperpanjang (sijidewe.com).

Awal-awal bisa membeli kendaraan sendiri belum jamannya motor matic, mobil bertransmisi pun masih serasa langka sekali. Rasa idealis yang tinggi ketika motor matic mulai ramai digunakan oleh masyarakat. masa cowok kok pakai matic he..he.. rasa idealis itu akhrnya tertuang dengan selalu membeli motor berkopling setelah sebelumnya menggunakan Supra X125 yang dibeli pada tahun 2007 (Generasi Facelift Pertama).

Menggantikan Supra X 125, saya meminang Honda CS1 tahun 2008 yang kalau itu digadang-gadang sebagai motor crossover yang tampil beda, dengan mesin turunan dari Honda Sonic 125 yang sangat legend di jamannya. Mesin mumpuni tapi dengan body yang out of the box membuat bingung saat mau ambil motor ini. Apalagi kalau itu drange harga yang sama ada Satria FU yang saat itu sedang booming dikalangan anak muda. Dengan basic underbond yang ringkas tapi mesin padat dan bertenaga membuat Satria FU laris manis di Thailand Satria FU bernama Suzuki Raider dengan mesin 125 cc lawan langsung dengan Honda Sonic 125.

Mesin Overbore dengan sasis twinspar membuat Sonic sangat enak dikendarai. Sayang grond clereance yang rendah sangat mengganggu. Kemudian Ciri khas mesin over bore yang lemot pada tarikan awal juga menjadi isu utama honda CS1 sehingga orang tidak banyak meliriknya. memang sih ketika sudah lewat 6000 rpm tenaga Honda Sonic menjadi-jadi, bahkan motor dengan kubukasi 150 cc saat ini ada Vixion dan Megapro dan tiger dengan 200 cc berani di ajak ngebut bareng, yang penting sudah lewat 6000 rpm.

Tahun 2010, setelah menikah baru berkenalan dengan Motor matic “Honda Vario” CBS Gen vario 110 selain Vario Agnes. Beli untuk digunakan istri kerja waktu itu, mecoba menggunakan motor matic ternyata nyaman ya, jadi sering ikut pakai..

Tapi belum selesai idealisme sebagai anak motor masih tinggi, setelah ada tabungan yang cukup niat untuk Upgrade kendaraan. Dari Honda CS1 ke CBR150R Thailand (Kode mesin KPP) beli second produksi tahun 2007, bertahan hanya 2 bulan kerena dapat unit yang kurang bagus. Jual dan ganti ke CB150 yang secara mesin basisnya sama dengan CBR150R Thailand. Tapi ternyata feel berkendaranya sangat-sangat berbeda, Tidak senikmat CBR150R KPP. Memang untuk sekedar harian atau orang yang “Penting Nglingding” Honda CB150 sudah sangat cukup, tarikan enteng, irit tapi untuk yang Speed oriented, feel nya sangat kurang. 6 Bulan cukup akhirnya lepas lagi dan kembali Hunting ke CBR150R-KPP.

Alhamdulillah dapat unit CBR150R-KPP buatan tahun 2006 namun dengan kondisi istimewa, hanya cat saja yang sudah dimakan usia, tak masalah. Proses restorasi berjalan mulai dari Cat ulang, Rewiring, cleaning mesin dll agar motor menjadi kembali terlihat seperti baru lagi. Niatnya tidak akan dijual, mau buat klangenan.

Tahun 2015, Bermula dari undangan Test Ride kemudian Bedah mesin, membuat tertarik karena sepertinya cocok untuk harian. Akhirnya jadi ambil Beat FI ESP ISS sehingga dirumah ada 3 motor. Honda Vario 110 CBS, Honda CBR150R dan ditambah Honda Beat FI ESP ISS. Rumah type Rumah Sederhana jadi terasa sesak, dan Nyonya pun mulai ngomel ngalor ngidul. Minta salah satu harus keluar hehe..

Dengan berat hati keluarlah CBR150R-KPP ke orang lain, dengan banyak pertimbangan. Salah satunya saya yang sering mengluh tangan pegal karena macet. Tangan kiri lama-lama ga kuat untuk menahan kopling terus-terusan. Alhamdulillahnya CBR150-R dipelihara oleh orang yang memang sama-sama hobi dan antusias dengan CBR150 gen pertama ini. Jadi kesedihan lumayan terobati karena motor akan tetap terawat seperti saya merawat sebelumnya.

Sejak itu mulailah bermatic setiap hari, kemudahan yang ditawarkan, kenyaman membuat rasa idealismen motor laki mulai hilang. Berganti dengan Matic yang easy going, “gaass ngglinding”. Silih berganti, ketika melepas motor pun sekarang gantinya tetap kembali lagi ke matic. Mungkin nanti jika secara finansial dan tempat benar-benar longgar akan coba memelhara motor kopling lagi, tapi pastinya membidik yang dulu belum kesampaian, ya minimal 250cc lah hehehe..

Akhirnya sekarang, mobil pun juga sudah upgrade ke transmisi matic. “Karena semua akan matic pada waktunya”.

Dan seperti dalam Al Qur’an Surat Ar Rahman “Nikmat manalagi yang kau dustakan..”

2 tanggapan untuk “Semua Akan Matic pada Waktunya … (Flash Back Tunggangan)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s