Kemauan untuk berubah (Jepang)

SEBELUM ZAMAN pemerintahan Meiji, Jepang menerapkan dasar tutup pintu untuk negara luar. Akibatnya, Jepang menjadi negara terbelakang dan paling lambat membangun. Bangsa Jepang dikenal sebagai bangsa paling konservatif, karena tidak mudah menerima budaya dan ide dari luar. Mereka hidup seperti katak di dalam tempurung dengan dunia yang terbatas. Sikap ini merupakan puncak dan dasar yang diterapkan sejak ribuan tahun.
Namun, setelah membuka pelabuhan dan mengadakan hubungan dengan dunia luar, ekonomi Jepang tumbuh dengan cepat, sehingga menjadi negara yang memimpin, bukan lagi dipimpin. Mereka juga berada di urutan terdepan dalam berbagai bidang, dan menjadi pemimpin di Asia dalam hubungan dagang serta berbagai forum tingkat internasional. Lanjutkan membaca “Kemauan untuk berubah (Jepang)”